Apa Kabar Dunia

Apa Kabar Dunia


Jual Rambut Bisa Jadi Jutawan

Posted: 27 Jun 2013 02:35 AM PDT

Jika cukup jeli melihat peluang pasar, rambut manusia ternyata bisa dimanfaatkan untuk membuat wig atau rambut palsu. Hal ini dibuktikan Do Van Thu (50 tahun) yang menjadi kaya dari hasil menjual rambut manusia.

Thu, yang tinggal di Binh An, Vietnam telah menjadi pengusaha rambut selama 13 tahun. Rambut yang dijualnya bahkan telah dieskpor hingga ke banyak negara.
 
 
 
"Setiap tahun, keluarga saya mengekspor 50 tan hingga 60 tan rambut ke China. Kami membeli rambut dari seluruh Vietnam termasuk dari Laos dan Kemboja," ungkapnya. Thu mempunyai sebuah bengkel yang digunakan untuk membersihkan dan mengumpulkan rambut. Usahanya ini membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk kampung.

Setiap pekerja saya memperoleh pendapatan seratus empat puluh Dolar Amerika sebulan," katanya. (140 US Dolar setara dengan Rp. 1.350.000,-). Bagi  penduduk Vietnam, pendapatan sebesar itu tiga kali lipat lebih besar dari gaji rata-rata bulanan pegawai kantoran.






 
 
 
 
 
 
 
Sumber:
myberita

8 Hewan Kecil yang Imuuuut

Posted: 27 Jun 2013 12:45 AM PDT

Melihat anak kucing, anak anjing (puppies) sering membuat kita 'gregetan' karena imut dan lucunya. Kalau anak-anak hewan lainnya seperti foto-foto di bawah ini ada di hadapan kamu, mungkin akan naksir berat karena mereka terlihat 'unyu-unyu'

 
Landak kecil
 
Buaya kecil

Panda kecil

Babi kecil

Jerapah kecil

Keledai kecil

Ada yang ingat kisah Bamby si rusa kecil ?

Tahu ini apa? Anak ikan pari







Sumber:
uphaa

Mendaki Tebing Curam Demi Manisnya Madu

Posted: 26 Jun 2013 11:06 PM PDT

Madu, dengan rasanya yang manis dan penuh gizi menjadi sumber komoditi yang diminati semua orang. Kini sudah banyak peternakan lebah madu di berbagai penjuru, namun beberapa komunitas masyarakat adat masih mencari madu dengan cara tradisional ketimbang membudidayakannya.

Seperti misalnya di Nepal, kegiatn perburuan madu menjadi bagian kebudayaan leluhur yang berlangsung semenjak 13.000 SM. Bahkan di beberapa desa, meski tak mudah, berburu madu dijadikan sebagai mata pencaharian.


Mereka masih menggunakan cara primitif. Mendaki menggunakan tangga yang terbuat dari tambang, dengan keranjang yang disampirkan di punggung. Keranjang ini yang digunakan sebagai wadah untuk sarang lebah yang disisir. Soal sengatan lebah, sepertinya mereka sudah kebal. Tak ada keluhan, yang ada hanya bagaimana mendapatkan madu dalam jumlah banyak.

Dua kali dalam setahun, para penduduk melakukan ritual panen ini. Mereka berkelompok, memilih ketua untuk memimpin ekspedisi, memulai dengan doa, baru melakukan panen. Satu per satu menaiki tebing, sementara yang lain mengamankan tangga tali.








Kegiatan ini telah banyak menarik minat wisatawan. Bila Anda ingin merasakan langsung ritual perburuan ini, disediakan pemandu wisata untuk mengantar berkeliling. Mereka siap membawa Anda ke lokasi-lokasi tebing yang menghasilkan madu dengan subur. Bhujung, Nai Chi, Pasgaon, Naya Gaun, Ludhi, dan Dare.

Mereka juga akan menunjukkan jalur trekking yang menakjubkan. Dari atas tebing, Anda dapat menyaksikan kemegahan Nepal dengan pemandangan satwa-satwa liar yang berkeliaran.